J-O-J-O, itu nama anjing betina peliharaanku. Anjing yang pintar. Saat dipanggil, dia malah lari. Saat mau diberi makan, nggak dipanggil pun dia datang menghampiri. Pintar sekali kamu, Jo.
Sudah hampir setahun sejak pertama kali Jojo muncul. Waktu itu, Jojo datang sendiri ke rumah. Nggak perlu dijemput atau diantar. Mungkin sebaiknya aku mengganti namanya menjadi Jojolangkung.
Bersama Jojo, banyak sekali cerita yang aku lewati selama setahun ini. Pertama kali datang, dia cuma seekor anjing kampung berwarna hitam yang sangat jelek. Setelah aku rawat dengan baik selama setahun, sekarang Jojo menjadi anjing kampung berwarna hitam yang sangat jelek. Nggak ada perubahan.
Walaupun Jojo jelek, tapi di dunia anjing ternyata dia laku keras. Saat musim kawin datang, banyak sekali jantan yang mengantri di depan rumahku untuk bercinta dengan Jojo. Sebagai majikan yang baik, supaya anak-anaknya Jojo berkualitas bagus, aku sangat selektif memilih jantan mana yang boleh nongkrong di depan rumah. Jantan-jantan dari ras kintamani dan agak bule, aku diemin. Sedangkan jantan yang jelek aku usir pake sapu.
Setelah sebulan yang penuh cinta, tiba-tiba para jantan itu berhenti nongkrong di depan rumahku. Sepertinya musim kawin sudah lewat, berganti dengan musim beranak. Setelah itu mungkin akan tiba waktunya musim kawin sambil beranak.
Entahlah...
Yang jelas, untuk kesehatan calon anak-anaknya Jojo, aku sering ngajak Jojo ke pantai. Selain untuk berenang, Jojo juga aku ajak melihat dunia. Dia harus tau bahwa di luar sana masih banyak anjing yang lebih jelek dari dia. Sampai di pantai, ternyata Jojo tetap yang paling jelek.
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Makan siang dengan ababil psikopat
Setelah sekian lama tidak pernah mendengar kabarnya, secara
mengejutkan, Ina–mantan calon gebetanku–nge-add aku lagi di BBM.
Aku pun meng-accept dengan baik permintaan itu, meskipun tidak tau maksud si Ina kali ini apa. Seingatku, terakhir kali, aku yang men-delete kontaknya dari BBM dan hubungan kami sudah berakhir. End.
Penasaran, malamnya aku pun mengirim sebuah BBM ke Ina. "Hai orang asing," sapaku. Saking lamanya nggak pernah BBM-an, aku memang merasa seperti orang asing sama Ina. Atau memang sejak awal perasaan itu sudah muncul?
Entahlah..
Lama tidak ada jawaban. Baru pagi harinya, pas bangun tidur, aku melihat ada sebuah BBM yang masuk. "Hai past," begitu balasan dari Ina.
Aku mengerutkan kening. Past? Masa lalu? Kalo aku masa lalu, kenapa harus nge-add aku lagi di BBM? Namun saat itu, aku tidak membalas BBM dari Ina.
Hari-hari pun berlalu, aku sibuk dengan kerjaan di rumah dan kebetulan aku juga mulai ikut pelatihan fotografi (kebetulan ada yang gratis). Tapi tiap ngecek BB, aku selalu dibuat penasaran dengan keberadaan Ina di kontak BBM-ku.
Akhirnya, pas lagi nggak sibuk, aku kembali mengirim BBM ke Ina. "Na, besok ada waktu nggak? Ketemu yuk, pengin ngobrol-ngobrol."
"Iya, liat besok aja," begitu kira-kira jawaban dari Ina.
Aku pun meng-accept dengan baik permintaan itu, meskipun tidak tau maksud si Ina kali ini apa. Seingatku, terakhir kali, aku yang men-delete kontaknya dari BBM dan hubungan kami sudah berakhir. End.
Penasaran, malamnya aku pun mengirim sebuah BBM ke Ina. "Hai orang asing," sapaku. Saking lamanya nggak pernah BBM-an, aku memang merasa seperti orang asing sama Ina. Atau memang sejak awal perasaan itu sudah muncul?
Entahlah..
Lama tidak ada jawaban. Baru pagi harinya, pas bangun tidur, aku melihat ada sebuah BBM yang masuk. "Hai past," begitu balasan dari Ina.
Aku mengerutkan kening. Past? Masa lalu? Kalo aku masa lalu, kenapa harus nge-add aku lagi di BBM? Namun saat itu, aku tidak membalas BBM dari Ina.
Hari-hari pun berlalu, aku sibuk dengan kerjaan di rumah dan kebetulan aku juga mulai ikut pelatihan fotografi (kebetulan ada yang gratis). Tapi tiap ngecek BB, aku selalu dibuat penasaran dengan keberadaan Ina di kontak BBM-ku.
Akhirnya, pas lagi nggak sibuk, aku kembali mengirim BBM ke Ina. "Na, besok ada waktu nggak? Ketemu yuk, pengin ngobrol-ngobrol."
"Iya, liat besok aja," begitu kira-kira jawaban dari Ina.
Tempat nongkrong asyik dan murah meriah
Sebagaimana kebanyakan jomblo yang dompetnya nggak terlalu tebel, aku jarang keluar rumah buat jalan-jalan atau semacamnya. Tapi bukan berarti aku terus-terusan diem di rumah.
Biasanya, kalo ada waktu, ada tiga hal yang sering aku lakuin, yaitu sebagai berikut...
1) Berendem di pantai
Setiap hari Sabtu atau Minggu, kalau sempet, biasanya aku selalu jalan-jalan ke pantai Sanur. Berendem sambil merenung, kalo ada, bisa sekalian cuci mata ngeliat bule-bule lucu yang lagi berjemur.
Habis berendem, perasaan pun jadi lebih santai gitu. Sambil duduk-duduk di pasir, biasanya aku bakal beli lumpia yang dijajakan di sekitar pantai. Makan lumpia sambil menikmati suasana pantai itu sesuatu banget. Coba deh...
2) Lari keliling lapangan
Kalo lagi mumet di rumah atau lagi esmosi tingkat tinggi, biasanya aku pergi ke lapangan Renon. Lari. Paling tidak tiga kali putaran. Lumayan buat ngelepasin energi-energi berlebihan yang udah lama terpendam.
Habis lari, badan jadi seger. Sama seperti pas di pantai, kalo ada duit, biasanya aku bakal beli lumpia (memang dagang lumpia ada di mana-mana) sambil duduk-duduk di pinggir lintasan lari. Sekalian cuci mata, siapa tau ketemu sama cewek bening, terus kenalan, jadian, dan kami pun hidup bahagia selamanya.
3) Nongkrong di Gramed
Dari kedua tempat sebelumnya, tempat ini yang paling aku suka. Nongkrong di Gramed itu seperti menyepi di tempat yang ramai. Berdiri di pojokan, baca-baca buku yang plastiknya udah kebuka sambil dengerin lagu-lagu slow yang diputar. Ah, menyenangkan sekali...
Sayangnya, di Gramed nggak ada dagang lumpia. Tapi tanpa lumpia pun tak apa, aku masih tetep bisa cuci mata. Ngeliatin cewek-cewek bening yang lagi baca buku. Menurut penelitian, cewek yang sering ke Gramed dan baca buku, tingkat kecantikkannya naik sekitar 40 %. Nah, siapa tau ketemu sama salah satunya, terus kenalan, jadian dan kami pun hidup bahagia selamanya.
Demikian tiga tempat yang biasa aku kunjungi, tempatnya murah meriah tapi tetep asyik. Kalo ada yang mau nambahin, ketik aja di komen post ya...
Daaaa...
Biasanya, kalo ada waktu, ada tiga hal yang sering aku lakuin, yaitu sebagai berikut...
1) Berendem di pantai
Setiap hari Sabtu atau Minggu, kalau sempet, biasanya aku selalu jalan-jalan ke pantai Sanur. Berendem sambil merenung, kalo ada, bisa sekalian cuci mata ngeliat bule-bule lucu yang lagi berjemur.
Habis berendem, perasaan pun jadi lebih santai gitu. Sambil duduk-duduk di pasir, biasanya aku bakal beli lumpia yang dijajakan di sekitar pantai. Makan lumpia sambil menikmati suasana pantai itu sesuatu banget. Coba deh...
2) Lari keliling lapangan
Kalo lagi mumet di rumah atau lagi esmosi tingkat tinggi, biasanya aku pergi ke lapangan Renon. Lari. Paling tidak tiga kali putaran. Lumayan buat ngelepasin energi-energi berlebihan yang udah lama terpendam.
Habis lari, badan jadi seger. Sama seperti pas di pantai, kalo ada duit, biasanya aku bakal beli lumpia (memang dagang lumpia ada di mana-mana) sambil duduk-duduk di pinggir lintasan lari. Sekalian cuci mata, siapa tau ketemu sama cewek bening, terus kenalan, jadian, dan kami pun hidup bahagia selamanya.
3) Nongkrong di Gramed
Dari kedua tempat sebelumnya, tempat ini yang paling aku suka. Nongkrong di Gramed itu seperti menyepi di tempat yang ramai. Berdiri di pojokan, baca-baca buku yang plastiknya udah kebuka sambil dengerin lagu-lagu slow yang diputar. Ah, menyenangkan sekali...
Sayangnya, di Gramed nggak ada dagang lumpia. Tapi tanpa lumpia pun tak apa, aku masih tetep bisa cuci mata. Ngeliatin cewek-cewek bening yang lagi baca buku. Menurut penelitian, cewek yang sering ke Gramed dan baca buku, tingkat kecantikkannya naik sekitar 40 %. Nah, siapa tau ketemu sama salah satunya, terus kenalan, jadian dan kami pun hidup bahagia selamanya.
Demikian tiga tempat yang biasa aku kunjungi, tempatnya murah meriah tapi tetep asyik. Kalo ada yang mau nambahin, ketik aja di komen post ya...
Daaaa...
Nembak yang tertunda
Udah berabad-abad Blackberry-ku cuma bunyi kalo ada broadcast ato SMS dari operator, sampai akhirnya beberapa bulan yang lalu seorang cewek nge-add aku dan mengirim sebuah BBM. Display name-nya Githa.
"Ini kak Rama ya?" Tanyanya melalui BBM itu.
Sebagai jomblo senior, aku agak kaget pas baca BBM itu. Maklum, udah lama nggak pernah di-BBM sama cewek. Apa mungkin si Githa ini jodohku ya? Ngarep. Yang jelas, aku sama sekali nggak kenal sama cewek yang bernama Githa.
Penasaran, aku pun membales BBM itu. "Ini siapa ya?"
"Ini Githa, temennya Ina." Balasnya.
Perlu waktu beberapa detik untuk menghubungkan kedua nama itu, Githa dan Ina. Aku nggak kenal Githa, tapi kalo Ina rasanya aku kenal. Ina adalah adik sepupu temen kampusku, anaknya kecil dan lumayan manis. Aku dan Ina udah temenan sekitar 4 tahun, tapi cuma lewat BBM doang, belom pernah ketemu langsung.
"Oh Githa, ada apa ya?" Tanyaku sok akrab, padahal kenal aja nggak.
"Ini kak Rama ya?" Tanyanya melalui BBM itu.
Sebagai jomblo senior, aku agak kaget pas baca BBM itu. Maklum, udah lama nggak pernah di-BBM sama cewek. Apa mungkin si Githa ini jodohku ya? Ngarep. Yang jelas, aku sama sekali nggak kenal sama cewek yang bernama Githa.
Penasaran, aku pun membales BBM itu. "Ini siapa ya?"
"Ini Githa, temennya Ina." Balasnya.
Perlu waktu beberapa detik untuk menghubungkan kedua nama itu, Githa dan Ina. Aku nggak kenal Githa, tapi kalo Ina rasanya aku kenal. Ina adalah adik sepupu temen kampusku, anaknya kecil dan lumayan manis. Aku dan Ina udah temenan sekitar 4 tahun, tapi cuma lewat BBM doang, belom pernah ketemu langsung.
"Oh Githa, ada apa ya?" Tanyaku sok akrab, padahal kenal aja nggak.
Kecil, item, dan nakal
Sebenernya udah lama aku pengin punya hewan peliharaan, hewan yang bisa dikasih perhatian, dielus-elus dan disayang-sayang. Tapi sejauh ini masih belum kesampean.
Masalahnya, aku pengin hewan itu datang sendiri ke rumah. Selain karena nggak punya duit buat beli, kalo datang sendiri biasanya chemistry kita bakal lebih dapat, lebih "klik" gitu. Sama kayak urusan nyari pacar, aku lebih memilih menunggu si cewek datang sendiri. Makanya sampai sekarang aku tetep jomblo. *bershower*
Beberapa kali aku pernah punya hewan peliharaan. Kebanyakan sih kucing, mereka datang sendiri ke rumah. Kalo ada kucing yang datang, biasanya langsung aku kasih makan. Mereka pun bakal menetap selama beberapa waktu di rumahku, ada yang cuma seminggu, ada juga yang sampai tahunan. Namun sekarang rumahku udah lama nggak pernah punya peliharaan lagi. Sedang kosong, sama kayak hatiku yang juga udah lama kosong. *lanjut bershower*
Masalahnya, aku pengin hewan itu datang sendiri ke rumah. Selain karena nggak punya duit buat beli, kalo datang sendiri biasanya chemistry kita bakal lebih dapat, lebih "klik" gitu. Sama kayak urusan nyari pacar, aku lebih memilih menunggu si cewek datang sendiri. Makanya sampai sekarang aku tetep jomblo. *bershower*
Beberapa kali aku pernah punya hewan peliharaan. Kebanyakan sih kucing, mereka datang sendiri ke rumah. Kalo ada kucing yang datang, biasanya langsung aku kasih makan. Mereka pun bakal menetap selama beberapa waktu di rumahku, ada yang cuma seminggu, ada juga yang sampai tahunan. Namun sekarang rumahku udah lama nggak pernah punya peliharaan lagi. Sedang kosong, sama kayak hatiku yang juga udah lama kosong. *lanjut bershower*
Gowes-gowes di hari minggu
Hari Minggu kemarin, 10 April 2011 tepat pukul lima pagi, pintu kamarku digedor-gedor. Aku bangun dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya. Masih antara dunia nyata dan dunia mimpi. Buset dah! Siapa pula nih yang bangunin pagi-pagi buta begini? Setelah aku buka pintunya ternyata nyokap.
"Nak, buruan siap-siap, kan mau funbike..." Begitu kata nyokap yang udah kelihatan pake seragam lengkap.
"Iyah, Bu..." Kataku. Setelah nyokap turun, aku tidur lagi.
Tiga jam sebelum kejadian tadi, sebelum aku dibangunin sama nyokap, dan sebelum aku tidur lagi di bawah selimut, aku baru aja selesai nonton pertandingan bola. Real Madrid lawan Bilbao. Kalo aja waktu itu @KAKA nggak main, mungkin aku udah tidur lebih awal. Maklum aku ngefans banget sama pemain satu itu. Pertandingannya berjalan seru, @KAKA nyetak dua gol dan Real Madrid menang 3-0. Wuih, puas banget nontonnya. Pas selesai nonton udah pukul dua pagi aja. Aku baru inget kalo aku ada acara funbike paginya. Aku pun segera tidur...
Rasanya baru lima detik merem...
Tiba-tiba ada yang gedor-gedor pintu kamarku, aku ngelirik jam dinding ternyata udah pukul lima pagi aja. Tidur tiga jam bener-bener nggak terasa. Aku pun membuka pintu, nyokap nyuruh siap-siap buat berangkat ke acara funbike. Tapi berhubung baru tidur tiga jam dan mata masih berat banget. Akhirnya aku sembunyi lagi di bawah selimut, baru satu detik mejemin mata pas melek tiba-tiba udah pukul enam pagi. Hadeh, waktu kok cepet banget ya larinya. Aku pun turun dan mandi pake dua jari. Dingiin banget soalnya... HUAHUAHUAHUA...
"Nak, buruan siap-siap, kan mau funbike..." Begitu kata nyokap yang udah kelihatan pake seragam lengkap.
"Iyah, Bu..." Kataku. Setelah nyokap turun, aku tidur lagi.
Tiga jam sebelum kejadian tadi, sebelum aku dibangunin sama nyokap, dan sebelum aku tidur lagi di bawah selimut, aku baru aja selesai nonton pertandingan bola. Real Madrid lawan Bilbao. Kalo aja waktu itu @KAKA nggak main, mungkin aku udah tidur lebih awal. Maklum aku ngefans banget sama pemain satu itu. Pertandingannya berjalan seru, @KAKA nyetak dua gol dan Real Madrid menang 3-0. Wuih, puas banget nontonnya. Pas selesai nonton udah pukul dua pagi aja. Aku baru inget kalo aku ada acara funbike paginya. Aku pun segera tidur...
Rasanya baru lima detik merem...
Tiba-tiba ada yang gedor-gedor pintu kamarku, aku ngelirik jam dinding ternyata udah pukul lima pagi aja. Tidur tiga jam bener-bener nggak terasa. Aku pun membuka pintu, nyokap nyuruh siap-siap buat berangkat ke acara funbike. Tapi berhubung baru tidur tiga jam dan mata masih berat banget. Akhirnya aku sembunyi lagi di bawah selimut, baru satu detik mejemin mata pas melek tiba-tiba udah pukul enam pagi. Hadeh, waktu kok cepet banget ya larinya. Aku pun turun dan mandi pake dua jari. Dingiin banget soalnya... HUAHUAHUAHUA...
Langganan:
Postingan (Atom)